Jumat, 23 Februari 2018

tegar



TEGAR
 
Sinar sang surya telah meninggi di atas jam 12.00 WIB, surya yang sangat terik, tak ada awan yang menghalanginya, tak ada 1 burung pun yang terlihat melintasi langit, tak ada angin sejuk yang meraba dan membelai rambutku, hanya suhu panas yang kurasakan. Yang terlihat di langit hanyalah matahari dan langit berwarna biru. Ada yang mengeluh dan mencerca cuaca seperti ini. Adzan berkumandang dengan merdunya terdengar di telinga setiap umat, suara terindah yang selalu kudengar kala 5 waktu datang. Suara yang menggugah hati orang-orang mulia, mengajaknya untuk terus menapaki jalan Allah SWT.
Adzan adalah angin sejuk yang merambah ke hati dan pikiranku. Tak ada angin, Adzan pun jadi. “Tika, bagaimana keadaanmu nak? Apa tidak merasa pusing lagi?”. Ibuku bertanya dengan suara lembut nan menyentuh relung hatiku, menambah sejuk hatiku. Oh, ibuku yang kucintai, ibuku yang selalu menasihati aku untuk selalu menjadi seseorang yang baik, soleh dan pintar. “Alhamdulillah baik bu, tika sekarang akan memenuhi panggilan itu karena Allah.”. Ibuku sangat perhatian padaku meskipun usiaku sudah 20 tahun. Selesai sholat dzuhur berjamaah di masjid aku menyelesaikan tugas kuliahku, meskipun ini hari libur aku tak akan membuang waktu ku. Aku akan pergunakkanya dengan sebaik-baiknya.Setelah tugas-tugasku kelar. Aku tidak lupa untuk makan dan meminum obat. Iya benar kenapa ibuku selalu perhatian lebih ke aku. Karena aku mengidap szikrofenia dan saat ini aku dalam masa berobat jalan. Ya memang penyakitku ini terlihat mengawatirkan. Banyak yang mengira aku udah tidak punya nyali dan tidak tangguh. Tetapi itu hanya perkiraan orang yang melihat hanya diluar saja. Siapa yang tidak berjuang. Aku banyak berjuang demi kuliah, ibuku, dan penyakitku ini beserta agamaku. Aku sakit karena sering melihat kakakku yang sering melakukan maksiat dan dahulunya aku juga sering disuruh untuk melakukan pacaran atau melakukan maksiat itu. Aku sering tidak tahan dengan tingkah kakakku ini, ingin rasanya aku membawa ibuku pergi sejauh-jauhnya hingga tak kita temukan lagi maksiat. Tapi Ibu selalu melarangku, Ibu selalu menyuruhku sabar, sabar dan sabar. Menjadi orang yang sabar menghadapi pemuda bajingan, begitu tepatnya. Kakakku yang sekarang bukan lagi kakakku yang dulu aku kenal. Dulu ia sangat baik sekali, tapi semenjak Ayah meninggal Ia jadi Brutal seperti ini. Menjadi pemuda pemabuk, dan suka main perempuan. Tak pernah Ia mendengarkan kata-kata Ibu, Ia selalu melawan, Anak durhaka.
“uhuk, uhuk, uhuk…” suara batuk Ibuku yang sudah lanjut usia berumur 56 tahun. “uhuk, uhuk, uhuk…” suara batuk ibu membuat air mataku pecah tak tertahan lagi. Kali ini Ibu angkat bicara “nak, kau menangis?” tanya Ibuku, aku tak mampu menjawab. “kenapa kau menangis? Kamu ini seorang yang pemberani, dan tak cengeng. Kenapa kamu harus menangis?” sanggah Ibu membuat aku harus membendung air mata yang mengalir di tangan Ibuku. “uhuk, uhuk, uhuk…” kali ini lebih keras. Sejenak ku menatap wajah Ibu yang meneteskan air matanya, Ia berdiri di pintu dengan pisau di tangan kananya.
Permasalahanku dimulai dari ulah kakakku. Dia mempunyai pacar dan selalu melakukan maksiat dengannya. Aku hanya bisa melihat tertegun melihat keadaan itu. Dan di siang hari yang terik ini, aku telah diperkenalkan oleh kakaku dengan seorang pemuda tampan. Kakak menyuruhku untuk kencan dengannya. Karena aku agak labil, aku menurut saja apa kata kakakku. “Tika kamu jalan saja sama si Noval” itu pinta kakakku. Aku hanya bisa menurutinya. Tanpa pamit ke ibu dahulu. Aku dan Noval jalan menuju taman ria. Awalnya memang baik-baik saja, tetapi sesaat kita pulang. Noval mengajakku ke sebuah hotel. Hotel itu bernama MELATI, aku hanya bisa menurutinya. Akhirnya akupun melakukan hal maksiat itu kepada Noval. Pulang dari itu akupun menangis sejadi-jadinya. Karena sebelumnya belum pernah aku melakukan hal itu.. Aku merasa aku bukan seseorang yang sesungguhnya. Aku ini siapa saat ini.
Keesokan harinya saat aku dikampus ”Tika…” teriak seorang gadis berjilbab berwarna biru muda, warna yang teduh. Ternyata aku sangat mengenaknya. Seorang wanita yang aku melihat dan mendengar namanya. “Zahra…!!!” teman satu fakultas denganku, anak seorang Dokter langganan Ayahku dulu sekaligus sahabat karibnya. Zahra, wanita yang cantik, pintar, baik, dan solehah. “Assalamualaikum Tika”, “walaikumsalam, ada apa Zahra? Kenapa kamu menghampiriku? Aku sedang sibuk. “Aku mau mengajakmu ikut kajian!” “Bagaimana, apakah kamu ingin ikut denganku?”  Aku pun menyanggupinya. Aku mengenal banyak hal dalam diskusi kali itu. Semua tentang agama dijabarkan dan dijelaskan secara terperinci. Sebelumnya aku jadi amat cinta sama si Noval. Walaupun banyak penjelasan dan cermah yang aku dengar.
Keesokan harinya aku mendapatkan kabar yang amat menggelegar. Noval yang katanya mencintaiku, ternyata dia sudah mempunyai istri dan satu anak perempuan. Betapa terkejutnya diriku. Lemas dan layu badan ini untuk menyangga. Akhirnya aku pingsan dan tidak sadarkan diri. Ibuku hanya bisa membantuku dan menanyakan penyebab aku lemas begini. Tetapi aku tidak bisa bilang apa-apa.
Rabu, 12 November, 10.21 WIB, aku dibawah oleh 2 orang body guard dan mengajak ku kesuatu tempat. Ternyata itu tempat rumah sakit jiwa. Iya sekarang aku ditahan atau lebih tepatnya menjadi pasien rumah sakit jiwa. Disana aku linglung dan lupa akan segala hal. Patah hati ini membuat semua perasaanku kacau dan tak tangguh lagi. Hari demi hari kulewati di tempat ini. Aku menemukan banyak teman yang sejenis denganku. Banyak pula perawat dan dokter yang mendatangi, menanyaiku. Tiap hari pun aku diberi obat-obatan yang banyak dan membuatku semakin tenang. Memang aku diberi obat penenang disini. Di rumah sakit jiwa aku berusaha tegar dan selalu berdoa semoga diberi kesembuhan oleh Allah SWT.
Ibuku selalu menjenguk ku dan selalu mendoakanku akan musibah yang menimpa diriku ini. Sebulan telah berlalu aku sudah bisa keluar dari tempat itu. Saksi bisu sebuah penyakit yang menimpaku. Aku harus mampu bangkit. Aku perempuan tangguh. Aku dinyatakan bisa rawat jalan oleh dokter.
Sebulan sudah aku dikurung ditempat itu, aku tidak pernah ikut kajian lagi. Sesaat aku rindu dengan teman-temanku, terutama Zahra.
Kamis, 13 Desember, 13.00. Sehabis sholat aku diajak oleh Zahra untuk ikut kajian. Zahra menjemputku dengan mobilnya. Disana aku belajar agama lagi. Belajar setapak demi setapak, mengikhlaskan semua yang telah terjadi pada hidupku.Aku mau memulai perubahan dengan tidak mau melakukan pacaran lagi. Tetapi banyak yang mencemooh aku. Aku dibilang hanya pencitraan saja. Tak apalah dibilang begitu, tetapi aku tekat bulat untuk tidak melakukan maksiat itu. Aku berusaha melupakan Noval. Berusaha memaafkan kesalahan kakakku. Sejak berusaha untuk tobat, aku tidak tinggal dengan kakak dan ibuku. Aku memilih untuk mengekost dekat dengan kampusku. Aku berjuang dengan sekuat tenaga untuk melawan penyakitku. Kalau disaat penyakitku kambuh aku bisa berhalusinasi dan delusi. Aku tidak mau penyakit itu muncul lagi dihidupku. Aku mendekatkan diri kepadaNya.
Senin, 17 Januari, 15.00 Aku pulang ke rumah. Aku buku pintu rumahku yang seperti tak terawat lagi. Aku ucap salam, tak dijawab. Aku panggil Ibu, Ibu, Ibu. Tak ada jawaban. Ku ulang lagi. Aku mendengar suara tangisan kecil dari arah belakang, Aku berjalan ke belakang. Dan… Pemandangan yang mengerikan kulihat di sudut ruangan, seorang pemuda kurus kering, mata cekung, rambut panjang acak-acakan, dan tak memakai baju, hanya celana. Menekuk kakinya dan memeluk lututnya, Ia terus menangis. “Kakak.” “kakak, kau kenapa? Ibu dimana?” Aku bertanya berulang kali tetap tak Ia jawab. Baru Aku sadari bahwa kakakku gila dan buta. Aku sedih. Aku bawa kakakku ke rumah sakit jiwa, tempat dimana aku dirawat dahulu. Aku pergi ke rumah Zahra, Aku bertanya pada Zahra dimana Ibu. Dia hanya diam seribu bahasa, hanya matanya yang berkaca-kaca. Aku harus TEGAR menghadapi semua ini.
TIPS MENJADI MUSLIMAH TANGGUH
Menjadi muslimah yang tangguh untuk era zaman sekarang, memang tidaklah mudah. Tapi kita harus tetap mempertahankan jati diri kita sebagai seorang muslimah, Salah satunya dengan melaksanakan segala perintahNya menjauhi laranganNya. Satu hal yg lagi sering diperbincangkan adalah tentang berpacaran. Para remaja saat ini hanya mengumbar nafsunya untuk melampiaskan emosi, kekesalan dalam hidupnya. Lebih tepatnya untuk pelampiasan sesaat, yang cenderung untuk menyesal diakhirnya. Perempuan terutama memang hatinya mudah rapuh. Saat ini kita saatnya untuk berhijrah dari masa zaman jahiliyah ke zaman kesuksesan. Kita berani bilang tidak untuk melakukan berpacaran. Karena jelas adanya hukum berpacaran adalah haram. Karena mendekati dengan zina. Banyak memang teman-teman kita yang bilang kita munafik, karena berhijrah tidak mau berpacaran. Mereka orang-orang yang picik dan berfikiran sempit dalam memandang masa depan. Banyak hal positif yang lainnya, selain melakukan pacaran yang bisa dilakukan. Walaupun banyak yang memandang sebelah mata. Kita harus tetap berpegang teguh pada Al-Quran.







siapa gerangan kakek itu?



SIAPA GERANGAN KAKEK ITU?

Lelaki itu menggigit bibir mengurangi ketegangan. Tatapannya tetap pada pintu keluar Bandara Soekarno-Hatta. Semestinya pesawat tiba pada pukul 16.20 WIB. Tapi menurut bagian informasi baru datang pukul17.00 WIB. Ia memang pantas kesal, bukan karena lama menunggu, tapi justru, tapi karena diburu waktu.
Pukul 17.05 WIB pesawat mendarat dan beberapa saat kemudian penumpang keluar, namun yang ditunggu perempuan itu belum juga terlihat. Ketika ia hubungi lewat HP, ternyata tidak aktif. Lelaki itu mendengus pada angin, apalagi ketika ibunya menelepon dari rumah apa yang dijemput sudah ketemu atau belum. Boro-boro ketemu, dengan suaranya saja belum. Ia tidak bisa menjawab apa-apa selain merasakan ulu hatinya sakit karena terlampau banyak menekan perasaan.
Sampai setengah enam, yang dijemput tidak juga datang. Padahal dalam pesan singkat melalui BBM  dan terakhir menelepon langsung, ia akan datang menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan 373 langsung dari Batam. Lelaki itu kini tidak bisa bersuara lagi selain hanya menekan dada yang terasa semakin sakit. Padahal pada orang yang dijemputnya itulah tergantung segala harapan.
“Sudah, kamu balik saja, mungkin dia terlambat datang ke bandara sehingga tak terbawa dengan penerbangan 373,” saran ayahnya dari seberang sana melalui HP yang selalu ia tatap dengan satu harapan, yang dijemputnya itu akan menghubungi kenapa tidak jadi datang dengan penerbangan 373.
Dengan langkah gontai ia keluar dari terminal kedatangan, berdiri sebentar di antara kursi ruang tunggu, sebentar kemudian mobil yang menjemputnya tiba. Ia duduk bersandar di jok belakang dan menghempaskan segala beban tubuhnya.
“Langsung ke rumah, Non?” sopirnya minta kepastian. Ia hanya menggangguk pelan tanpa kata-kata. Mobil meluncur meninggalkan bandara
Sandy tidak bisa melanjutkan alur ceritanya. Padahal itulah bab terakhir dari novelnya yang akan dibuat sisipan sebuah majalah. Sebagai penulis yang cukup kondang di kota ini, ia memang kerap dipesan tulisan baik fiksi maupun tulisan lepas oleh beberapa majalah dan tabloid mingguan. Tapi entah kenapa ketika akan menuntaskan novel selalu saja ada masalah. Ia selalu merasa kehilangan mood dan kehabisan kata-kata untuk membuat ending ceritanya.
Cerita itu mengisahkan  seorang kakek yang  dianiaya oleh anak tirinya. Ia diperlakukan kasar, tidak dihormati dan selalu tidak dianggap sebagai keluarga oleh anaknya. Hingga suatu saat kakek kelelahan dan merasa sudah cukup untuk perlakuan anaknya itu. Ia bertekad untuk mengakhiri nyawanya sendiri. 
Pengetikan naskah cerita fiksi ini terhenti, sesaat Sandy merasa ada orang mengintip dari balik jendela.  Tiba-tiba Sandy napasnya sesak. Ia tak kuasa untuk berdiri bahkan sekedar memijit nomor telepon sekalipun. Sandy ambruk tak jauh dari meja kerjanya. Ia meregang lalu diam. Pingsan.
Saat Sandy pingsan, ia merasa bertemu dengan seorang laki-laki buruk rupa. Wajahnya keriput dan penuh dengan bisul-bisul . Bahkan dalam jarak lima meter saja sudah bisa tercium bau amis bercampur bau busuk. Anehnya kendati berhadapan dengan orang sebau itu, Sandy tidak merasa mual apalagi tergerak untuk meninggalkannya. Sebaliknya Sandy justru diam bahkan seperti mempersilakan agar laki-laki buruk rupa itu duduk di sampingnya.
“Selamat sore, Sandy. Namamu Sandy, ya kan?” sapa lelaki buruk rupa itu. Sandy mengangguk.
“Ya, selamat sore. Bapak ini siapa dan datang dari mana? Kok tau nama saya,” Tanya Sandy membuka percakapan. Ia berusaha untuk menyembunyikan keheranannya. Lelaki buruk rupa  itu menatapnya lebih lekat lalu duduk disebelah Sandy.
“Aku datang dari jauh, San, sengaja datang ke mari karena kau selalu memanggil-manggil namaku,” jelas lelaki buruk rupa itu semakin membuat Sandy tertegun heran.
“Memanggil  kakek?”
“Ya, bukankah kau sedang merampungkan cerita tentang seorang bapak tua yang malang, karena ia selalu hidup dianiaya anaknya sendiri. Dan sekarang kau kehilangan kata-kata untuk mengakhiri ceritamu. Bukan begitu, Sandy?”
“Ya, persis!” gumam Sandy.
“Pertemukan saja kakek tua itu dengan saudara yang mengasihinya. Kau bisa mereka-reka, mereka bertemu disaat peristiwa penganiayaan terjadi. Terakhir jangan lupa cantumkan kemtian bukan karena teraniaya. Karena kakek meninggal karena serangan jantung, bukan karena bunuh diri,” jelas lelaki buruk rupa itu panjang lebar tanpa diminta. Sandy mengangguk tanda setuju. Akhir cerita seperti itu bisa saja mengombang-ambingkan perasaan pembaca sekaligus selalu memungkinkan terselip pertanyaan, benarkah sang Kakek meninggal teraniaya atau tidak.
Sandy siuman. Badannya terasa segar kini. Pikirannya juga terasa lebih bebas sehingga ia benar-benar merasa siap untuk melanjutkan ceritanya. Layar monitor masih menyala. Ketika melihat jam di dinding, Sandy tersentak. Ternyata ia pingsan cukup lama, hampir dua jam. Dan selama pingsan ia hanya bertemu dengan kakek buruk rupa dan bicaranya pun hanya sebentar. Tapi kenapa hanya untuk mimpi sesingkat itu, ia pingsan hampr dua jam. Sandy cepat-cepat membuang gelisah di hatinya, ia kini fokus pada komputer dan menuliskan akhir cerita “Siapa Gerangan Kakek itu”.
Hanya memerlukan waktu setengah jam, Sandy selesai membuat ending ceritanya. Lalu ia baca dari awal lagi sekalian mengoreksi kata-kata yang salah tulis dan logika kalimat yang tidak rasional. Keesokan harinya ia telah muncul di redaksi majalah untuk menyerahkan naskahnya.
“Honornya cash atau kita transfer?” Tanya Laskmi.
“Transfer saja,” balas Sandy
By the way, kau jadi ke Lombok?”
“Inshaa Allah!”
“Sekalian kau tulis kiprah perempuan Lombok antara yang tradisional dan yang telah tersentuh modernitas,”usul Lasmi.
“Ok. Honor tulisan dibayar di muka,” Sandy bercanda.
Of course. Berapa kamu minta?”
Forget it. Aku balik dulu. Nanti aku kabari kapan tepatnya berangkat ke Lombok.”
            Keluar dari kantor redaksi, Sandy langsung ke toko buku. Ada beberapa novel yang perlu ia beli. Keluar dari toko buku menyempatkan ke restoran cepat saji. Perutnya sudah menantang, sejak dikantor redaksi kriuk-kriuk terus. Memang saatnya makan siang dan kalau mau mengajak Laskmi. Tetapi entah kenapa Sandy saat itu bawaannya ingin cepat-cepat balik.
            Ketika menikmati makanan, tiba-tiba matanya melihat seorang lelaki di seberang jalan. Ketika diperhatikan, Sandy langsung tersentak, ternyata lelaki itu, ya lelaki di seberang sana  adalah kakek buruk rupa yang bertemu dimimpi saat ia pingsan kemarin. Sandy buru-buru menyudahi makanannya dan bergegas keluar dari restoran cepat saji tersebut. Tetapi ketika ia menuruni tangga yang menghubungkan dengan koridor sebelum persis di samping jalan, ia melihat orang bergerombol. Sesaat kemudian mobil polisi datang, mengamankan suasana. Sandy tertegun tak mengerti apa sebenarnya yang telah terjadi. Matanya nanar mencari kakek buruk rupa itu, tapi tetap tak juga ia temukan.
            “Kasihan kakek-kakek itu, mati mengenaskan tertabrak taksi,” celoteh seorang pedagang. Sandy tersentak. Kakek-kakek tertabrak, “Jangan-jangan ia…”
            Sandy bergegas menyeberang dan menembus kerumunan orang. Memang baru saja terjadi tabrakan. Korbannya seorang kakek-kakek yang tidak lain kakek buruk rupa itu. Sandy berdiri lemas tanpa tulang. Lalu ia ambruk setelah menjerit memanggil kakek buruk rupa itu.
            Sandy menolong korban dibantu beberapa tetangga mengubur jasad kakek buruk rupa itu. Sandy merasa heran dengan kehadiran kakek buruk rupa. Awalnya ia menyangkan hanya bertemu dalam mimpi saja, saat ia pingsan, tapi kemudian ia bertemu langsung sehari setelah mimpi itu terjadi. Beberapa hari kemudian Sandy bermimpi kembali sosok kakek buruk rupa, ia mengucapkan terima kasih
            Terciptalah puluhan novel, cerpen dan sajak, lahir setelah pertemuan dengan kakek buruk rupa itu. Namun Sandy sekarang tidak begitu bangga dengan karya-karyanya kendati banyak dipuja dimana-mana, bahkan sering diundang untuk membagi pengalaman bagaimana proses kreatifnya itu. Sandy tidak bangga, karena sekarang ia berkarya justru bukan sebagai pengarang melainkan hanya mengetik rangkaian cerita yang didapat dari almarhumah kakek buruk rupa tadi. Ia merasa telah menanggalkan title kepengarangnya dan berganti hanya sebagai juru ketik, kendati dari situ ia mendapat kekayaan melimpah.
            Sandy tak pasti dengan apa yang telah terjadi. Allah memang Maha Pandai, dan aku maha pander. Ilmu manusia hanya setitik air di lautan maha luas. Di hadapan-Mu, manusia itu kerdil, tidak ada kuasa. Bahkan manusia sangat-sangat kerdil.

😍😍😍


😵😵😵

Rekom dokter yang bagus dan ahli....  Ini dokter marga maramis....  Rumahnya deket plasa marina di margorejo..  Orangnya baik dan enak klo diajak konsultasi...  Disitu tertera alamatnya...
Jadi klo ada yang sakit depresi,  stres apalah itu bisa konsul dokter ini.  Dokter pertama kali aku pas lg depress jadi dokter pertama.


Dokter kedua ku......  dr. Benny.. Orangnya baik pengertian.  pakarnya MEREKA MAH...




Smoga besok besok berkurang dan lepas dari obat...
📩📩☎☎☎📩📩
📩☎📩📩📩☎📩
📩☎📩📩📩☎📩
📩📩📩📩☎📩📩
📩📩📩☎📩📩📩
📩📩📩☎📩📩📩
📩How is it going?
📩📩📩☎📩📩📩

😜😜😜😜😜☁
😜😜😜😜😜😜
😜😜☁☁😜😜
😜😜😜😜😜☁
😜😜😜😜😜😜
😜😜☁☁😜😜
😜😜😜😜😜😜
😜😜😜😜😜☁
☁☁☁☁☁☁
😜😜☁☁😜😜
😜😜☁☁😜😜
😜😜😜😜😜😜
☁😜😜😜😜☁
☁☁😜😜☁☁
☁☁😜😜☁☁
☁☁😜😜☁☁
☁☁☁☁☁☁
😜😜😜😜😜😜
😜😜😜😜😜😜
😜😜☁☁☁☁
😜😜😜😜😜😜
😜😜😜😜😜😜
😜😜☁☁☁☁
😜😜😜😜😜😜
😜😜😜😜😜😜

Before After Penyakit

Malem,  mau update nih.  Kali ini bahas rumah sakit yang aku kunjungi selama dihinggapi penyakit zooombieeeee.
Awal masuk di rumah sakit deket karmen...  Awal mula sakit,  gara gara aku ikutan seminar di intiland . Aku keganggu sama suara bising dari dalam ruangan itu. Ntahlah setelah insiden suara gresek aku sakit.. Slama di rumah sakit yang pertama ini aku kenal banyak perawat, pasien lain dan dokter. Banyak yg perhatian sama aku disini. Sampe sampe ada yang bilang "kamu itu masih muda,  perjalanan masih panjang. Tapi km udah sakit sakitan seperti ini" cukup tau aja kalau gitu.  Siapa juga yg mau sakit.  Iya kan

Rumah sakit kedua...  Kejadian nya pas aku lg di menganti gresik.  Tiba tiba aku kecapekan dan tidur lama banget.  Ga mau bangun dari kasur berhari hari. Bangun bangun stres.  Aku di masukin ke RSAL.  Lalala yeyeye disana. Pokoke medeni.  Aku ga separah yang mereka kira. Tapi aku ditempatin di lingkungan seperti zombie smua. Yaaaa begitulah nasib. Lagi apes.

Yang terakhir ketiga...  Aku masuk lagi di rumah sakit deket karmen selama sebulan. Ini rekor paling lama yang pernah aku alami. Klo yang ketiga penyebabnya.... Ga siap mental buat pacaran. Orang yang aku sayangi cuma anggap aku sebagai teman. Padahal aku tertarik banget ama dia. Lebih tepatnya cinta bertepuk sebelah tangan...  Ya ya ya...  Dia ga tau begitu besar rasa sayangku sama adek.... Gitu aja sih.  Smoga yang baca ini bisa menghargai dan menjaga kesehatannya, agar tdk bolak balik masuk keluar rumah sakit seperti aku. Gitu aja siiih...

Minggu, 18 Februari 2018

Baca guys




Fakta Menarik Hormon Dopamin

Dopamin adalah salah satu zat kimia di otak (neurotransmitter) yang berperan memengaruhi emosi,  gerakan,  sensasi kesenangan,  dan rasa sakit.  Kadarnya dalam otak bisa naik turun.  Sebagian besar kesenangan, seperti makanan,  minuman, dan seks,  bisa meningkatkan kadar dopamin.  Jadi,  tak heran selepas kita melakukan kegiatan-kegiatan tersebut,  kita akan merasa rileks dan senang.
Begitu pula dengab ODS (orang  dengan skizofrenia), yang notabene memiliki kadar dopamin berlebih di otaknya.  Akibatnya,  ODS merasa senang berlebih hingga mengalami halusinasi di pikirannya.

Nah,  berikut adalah fakta menarik dopamin :
1. Dopamin meningkat ketika ada aktivitas tertentu yang berkaitan dengan kesenangan atau dipicu oleh beberapa jenis obat-obatan (narkotika).
2. Dopamin berpengaruh terhadap rasa-rasa yang menyenangkan, seperti, jatuh cinta, bahagia, motivasi,  dan percaya diri.  Namun,  jika berlebihan maka akan sangat membahayakan.
3. Dopamin juga memengaruhi perilaku seseorang. Bila normal, maka perilaku yang ditimbulkan tentunya akan positif. Sebaliknya, jika berlebihan,  maka perilakunya pun akan berlebihan.
4. Tak hanya memengaruhi sisi perilaku dan perasaan, dopamin juga memengaruhi sistem pencernaan dan kekebalan tubuh.
5. Terlalu banyak dopamin dalam otak terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan risiko gangguan skizofrenia. Sebaliknya, jika terlalu rendah kadarnya, parkinson bisa menjadi akibatnya.
6. Dopamin juga berhubungan erat dengab gangguan lain, seperti gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). Pada penderita ADHD, akan diberikan obat yang memicu peningkatan dopamin dalam otak.

Psikoterapi

Dalam dunia modern ini, banyak kemajuan besar telah dicapai di bidang kedokteran, teknologi,  ekonomi,  maupun sosial budaya. Kemajuan-kemajuan tersebut memberikan tantangan dan kesempatan bagi manusia untuk maju dan sukses. Namun,  kehidupan modern yang "keras" dan penuh persaingan akan memberikan banyak tekanan dan ketegangan jiwa (stres) kepada masyarakat umum.  Adanya kejadian-kejadian yang menambah beban "kejiwaan", misalnya diberhentikan dari pekerjaan, perceraian, kematian keluarga yang dicintai, atau kehilangan barang kesayangannya,  semua ini akan menambah stres hingga melampaui daya tahan mental individu. Dengan demikian,  akan timbul gangguan-gangguan psikis emosional yang antara lain berupa rasa sedih yang berlebihan, ketakutan,  atau perasaan hampa, gangguan-gangguan pencernaan,  sulit tidur (insomnia),  dan lain-lain. Untuk menyembuhkan gangguan mental psikis tersebut,  perlu dilakukan konsultasi dengan psikolog untuk menjalani psikoterapi.
Psikoterapi atau "terapi bicara" dianggap cukup efektif untuk menyembuhkan gangguan mental dan emosi dalam kasus ringan sampai menengah,  karena penyembuhan dengan obat medis (psikofarma)  akan cepat meredakan gejala,  namun jika obat habis, gejala akan segera muncul lagi.

Bahaya Stres Bagi Kesehatan

Stres normal sebenarnya merupakan reaksi alamiah yang berguna, karena stres akan mendorong kemampuan seseorang untuk mengatasi kesulitan atau problem kehidupan.  Tetapi,  dalam kehidupan modern ini, banyaknya persaingan  tuntutan, dan tantangan yang menumpuk,  menjadi tekanan dan beban stres bagi semua orang.
Jika tekanan stres terlampau besar hingga melampaui daya tahan individu,  maka akan timbul gejala gejala seperti sakit kepala,  gampang marah,  tidak bisa tidur,  gejala gejala itu merupakan reaksi non spesifik pertahanan diri,  dan ketegangan jiwa itu akan merangsang kelenjar anak ginjal (corfek) untuk melepaskan hormon adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat,  sehingga tekanan darah menjadi naik dan aliran darah ke otak,  paru-paru,  dan otot perifer meningkat.  Jika stres berlangsung cukup lama,  tubuh akan berusaha mengadakan penyesuaian sehingga timbul perubahan patologis.  Gejala gejala patologis yang muncul dapat berupa hipertensi,  serangan jantung,  borok lambung, asma,  eksim,  kanker dan sebagainya.  Jika sudah timbul hipertensi,  stres tetap berlangsung,  sehingga bertambahlaj risikp komplikasi serangan jantung atau stroke otak yang dapat berakibat fatal (kelumpuhan atau bahkan dapat meninggal dunia).
Sebelum timbul komplikasi kesehatan yang serius akibat stres,  sebenarnya ada gejala awal berupa gangguan fisik ataupun mental


Selasa, 23 Januari 2018

ketapkutip.. ^o^

"mulutmu harimaumu... Jagalah setiap Lisanmu, karena Lisanmu seperti pedang. jika tidak bisa menjaganya akan terkena sendiri"
Memang tidak ada satu orang pun yang terbiasa dengan patah hati.  Tapi kalau hati ini lemah apa kata dunia.  Dunia ini sudah sangat kejam untuk merenggutmu.  Dijadikan motivasi dan ketegaran diri jauh lebih baik daripada meratapinya.  Akhir perasaan sedih dapat berlarut larut tidak karuan.  Janganlah bersedih
" if you're not failing every now and again, it's a sign you're not doing anything for innovative"
 La Tahhzan lagiiiiii..
'"membiarkan diri dalam waktu kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak tubuh dengan narkoba, maka dari itu kerjakan sholat, bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan kamar. Agar tidak terhenti sedikit pun melakukan sesuatu yang bermanfaat. Saat dihimpit persoalan sulit & menghadapi banyak cobaan, mereka meminta pertolongan kepada Allah dengan sholat yang khusyu" 

Memahami Mati Rasa hingga Tidak Bisa Terharu atau Menangis

Kondisi seseorang tidak bisa merespons secara emosional suatu peristiwa dalam bahasa kedokteran mati rasa (emotional numbness) disebut sebagai detachment atau kehilangan emosi atau minat. 
"Kehilangan kemampuan merasakan itu macam-macam.  Rasa apa yang hilang? Kalau kehilangan respons atau tidak mampu membngkitkan emosi terhadap berita duka,  namanya afek tumpul,  jelas dokter. 
Detachment,  termasuk yang kategori afek tumpul,  merupakan suatu gejala yang tentu saja tidak saja tidak bisa serta merta dirujuk pada suatu gangguan mental.  Namun detachment ditemukan pada penderita depresi,  skizofrenia,  PTSD (personal traumatic stress disorder), bipolar disorder,  skizoid dan bisa saja pada orang berkepribadian ambang.

Depresi dibagi menjadi 3 level,  yakni mild,  moderate,  dan severe.  Pada level moderate dan severe,  depresi bisa disertai gejala psikotik maupun somatik atau tidak keduanya.  Jika sampai punya afek tumpul,  biasanya depresi sedang hingga berat.  Yang pasti depresi non psikotik karena dirinya masih menyadari ketidakmampuannya, "Ungkapnya
Penderita depresi dengan gejala psikotik sudah tidak bisa menyadari karena ada perubahan kesadaran.  Contohnya,  kalangan itu mendengar bisikan dan menciptakan dunianya sendiri. "
Reaksi diforiknya sudah kacau.  Seharusnya sedih malah senang,  mematung, atau lari lari.
Ini sudah tidak mungkin dia sadar bahwa dirinya harus sembuh.  Malah buat dia,  kita yang harus berobat, " jelas kepala rehabilitasi narkoba RSJ Menur surabaya tersebut.
Mereka yang masih menyadari ketidakmampuan merespons emosi yang seharusnya dianjurkan untuk segera memeriksa diri dan terapi.  Sebab,  jika memang benar depresi,  hal tersebut akan sangat mengganggu kehidupan,  " Ingat ada trias depresi,  yaitu fisik,  mental psikologi dan kognitif,  "ungkapnya.

Secara fisik,  penderita depresi mengalami penurunan berat badan yang drastis.  Secara mental psikologis merasa terasing dan tidak ada gairah hidup. Secara afektif menjadi gampang lupa dan tidak bisa memusatkan atensi dengan baik " secara sosial pasti berakibat buruk.  Pekerjaan juga terganggu pastinya,  "imbuhnya.

Seseorang yang mati rasa akan menghadapi hal itu jika dibiarkan berlanjut. Fattyawan menjelaskan,  mati rasa sebenarnya adalah bentuk perlindungan diri dari kesedihan yang mendalam atau kejadian kejadian traumatik.

Dengan mati rasa,  seseorang bisa menjalani hari,  sementara hatinya terluka karena orang yang dikasihi meninggal,  misalnya.
Bila mati rasa berlangsung lama,  akan timbul masalah." Sebab,  kondisi tersebut bisa saja menjadi gangguan mental

Pengobatannya bisa ditempuh dengan farmakoterapi dan psikoterapi.  Dengan farmakoterapi, ada obat obatan yang harus rutin diminum.


"Seseorang yang depresi neurotransmitternya lemah.  Dengan obat,  dia dibuat aktif kembali,  " kata spesialis jiwa berusia 64 tahun itu.
Yang tak kalah penting adalah psikoterapi.  "Make the unconscious to conscious."
Disadarkan pada kenyataan,  menggeser cara pandang.  Karena yang mereka lakukan adalah menghindar,  kita beri kekuatan untuk menghadapi kenyataan,  "tegasnya. Rangkuman Jawa Pos 15/7/14






DETIK ITU

  Sinar sang surya telah meninggi di atas jam 12.00 WIB, surya yang sangat terik, tak ada awan yang menghalanginya, tak ada 1 burung pun yan...