Tahun 2018... Tahunnya aku.....
Kenarsisan ini janganlah cepat berlalu π.
Aku pantes ga tuh pake kacamata. Sepertinya ga pantes dehπ. Cuma iseng gaya buat foto aja kacamatanya. Heheπ€.
Baju putih dengan gonta ganti gaya jadi saksi bisu 2018. Hahaha
Aku pengen banget ngeluarin quote yang bermakna dan mengena..
Ini dia...
Buya hamka bilang "Kalau hidup sekedar hidup babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja"
Sabtu, 05 Mei 2018
Minggu, 29 April 2018
Doaku
Ya Allah
Tegarkanlah hatiku, dikala ketentuanmu tidak seperti apa yang ku mauπ.
Bantulah aku untuk berlapang dada, agar senantiasa aku ikhlas dalam menerima dan menghadapinyaπ
Aku hanya manusia biasa, dikala maslah datang menerpa atau beragam ujian datang menghadang.
Tak jarang aku merasa lelah, bosan, marah, mengeluh, menangis. Itulah sifatku, sebagai manusia yang masih begitu lalai π
Aku pun begitu mudah berharap kepada manusia. Meski aku tahu dan seringkali diberi tahu.
Bahwa berharap kepada manusia hanya akan mendapat kecewa, dan membuahkan luka. Tetapi lalainya aku, masih tetap saja melakukannya. Seakan hatiku dibutakan oleh dunia.
Aku tidak memiliki kekuatan apa apa, karena obsesiku yang terlalu banyak. Aku hanya bisa cepat berencana dan berharap.
Mengukir mimpi, berangan angan, berusaha, serta mendoakan. Berharap kelak apa yang kuinginkan bisa menjadi kenyataan..
Tetapi, dikala apa yang ku minta tidak Engkau beri seperti apa yang aku damba. Terkadang aku merasa kecewa, aku merasa begitu hina. Cukup sulit rasanya meyakinkan hatiku, jika rencanaMu sudah pasti yang terbaik untukku.
Entah sudah seberapa banyak keluh kesah dan air mata yang kutunjukkan padaMu.
Walau selalu berusaha ku kuatkan hatiku. Tapi dikala hening, seringkali aku mengeluhkan keadaan nasibku.
Ya Allah, hapuskanlah sesak yang tengah kurasakan. Gantilah kesedihan dengan kebahagiaan. Bantulah aku untuk selalu berlapang dada, terhadap segala perkara yang hanya membuatku berlinang air mata. Kuatkanlah hatiku, agar selalu mengingatMu. Redakanlah rasa sakit yang kian mendera dalam dada dan mudahkanlah hatiku untuk selalu ikhlas menerimanya. π
Sabtu, 28 April 2018
Pacar Fana
Kita harus bisa menerima masa lalu yang telah terjadi. Berdamailah dengan masa lalumu, sambutlah masa depan dengan bahagia.
Definisi bahagia itu jika kita mempunyai semangat. Semangat untuk maju dan sukses. Karena jika kita tidak mempunyai rasa itu berarti kita tidak bahahia.
Definisi lain bahagia. Jika orang yang kita cintai mendapatkan sesuatu kebaikan dari kita. Apabila orang itu bahagia. Kita bisa lebih bahagia.
Hidup itu indah, jikalau kita bisa memaknainya. Aku mempunyai suatu cerita. Dimana aku bertemu dengan toxic people dan terjadilah trauma.
Namanya udin, dia datang ke kehidupanku dengan janji dan perhatian lebih. Samai sampai aku mengambil keputusan salah kpd orang ini. Aku melepaskan prinsip² dihidupku hanya untuk dia. Lalu anehnya apa yang aku dapatkan. Dia mengatakan bahwa cinta itu tidak ada. Dan dia tdk akan mengkui dan menyatakan bahwa kita pernah mengalami suatu hubungan.
Saat itu aku syok, dan koleng lebih tepatnya krn sulitnya menerima kenyataan. Di masa kelamku di rehab di suatu tempat yg aman, nyaman, dan tentram untuk jiwaku. Kurang lebih sebulan lamanya aku berada disana.
Dari pengalaman di rehabilitasi itu aku banyak mengerti apa arti hidup.
Saat keluar dari tempat itu, anehnya aku memperlakukan sama pada setiap orang yang dekat denganku. Aku anggap dia pacarku.
Memang trauma yang aneh, tapi emang nyata. Sampai suatu saat aku sadar. Saat aku bertemu armandita. Aku mengatakn kita kan sudah pacaran, kenapa kamu berubah???!!???kenapa kamu jadi ga sayang aku?
Dan dia pun menjawab dengan perlahan.. Tika, aku tidak pernah menyatakan apapun selama ini, aku tak berbicara satu kata pun tentang hubungan pacaran denganmu. Sebenarnya kamu kenapa tik?
Aku pun kaget.. Dan aku hanya bisa berdiam diri. Dan dalam hati berkata.
Berarti aku slama ini hanya berkhayal. Dan mengkhayalkan berpacaran dengan armandita. Ternyata dia tdk ada rasa dan belum pernah sama sekali menyatakan cintanya kepadaku....
Endingnya aku cuma bisa cengok dan menertawakan diri sendiri.
Kau, kekasih jiwa khayalku dan harapku. Aku harus meninggalkanmu karena kau fana. Maaf untuk hasrat cinta bodoh yang dimiliki orang bodoh dan bersama waktu yang bodoh juga kesempatan bodoh ditambah menunggu dengan pekerjaan bodoh.
TAMAT
Happy Life
Happy moment
Happy day
Happy life
Bahagia itu tidak sama dengan perasaan senang.
Kunci darikebahagiaan :
1.positive emotions
2.engangement
3.relationship
4.meaning.
5. Accomplishment
Tujuan bahagia :
1.produktif
2.kesehatan fisik dan mental
3.kehidupan sosial yg berkualitas
4.dapat mengambil keputusan dengan baik
Kebiasaan agar hidup bahagia :
1.bersyukur
2.cerdas kelola pikiran dan emosi
3.pola hidup sehat
4.aktif kegiatan positif
5.rutin me time yg berkualitas
6.menjalin relasi yg sehat.
7.punya kehidupan spiritual yg bermakna
Berdamai dengan masa lalu :
1.menerima
2.bersyukur
3.memaafkan
4.alihkan pikiran
5.stop mengasihani diri sendiri
6.hargai orang yg membuat hidupmu bermakna
Ciri² toxic people :
1.manipulatif
2.hobi ngejudge
3.menyalahkan
4.tidak mau minta maaf
5.menuntut
6.tdk konsisten
Happy day
Happy life
Bahagia itu tidak sama dengan perasaan senang.
Kunci darikebahagiaan :
1.positive emotions
2.engangement
3.relationship
4.meaning.
5. Accomplishment
Tujuan bahagia :
1.produktif
2.kesehatan fisik dan mental
3.kehidupan sosial yg berkualitas
4.dapat mengambil keputusan dengan baik
Kebiasaan agar hidup bahagia :
1.bersyukur
2.cerdas kelola pikiran dan emosi
3.pola hidup sehat
4.aktif kegiatan positif
5.rutin me time yg berkualitas
6.menjalin relasi yg sehat.
7.punya kehidupan spiritual yg bermakna
Berdamai dengan masa lalu :
1.menerima
2.bersyukur
3.memaafkan
4.alihkan pikiran
5.stop mengasihani diri sendiri
6.hargai orang yg membuat hidupmu bermakna
Ciri² toxic people :
1.manipulatif
2.hobi ngejudge
3.menyalahkan
4.tidak mau minta maaf
5.menuntut
6.tdk konsisten
Kamis, 05 April 2018
ππππππ
Aku sadar kalau kini kita sudah saling menjauh. Sempat aku berfikir ini, kau yang menginginkannya lepas dari pelukku. Kamu tau kan gimana perasaanku sama adek. Semua itu udah aku pupus. Aku ga akan bermimpi lagi dan mengusiknya lagi. Biarlah itu jadi bagian dari masa laluku. Sekarang aku lebih fokus ke kesehatan dan karirku. Itu lebih penting dan berfaedah daripada mikiri trus sakit hati sama orang yang dia sendiri ga tau hatinya buat siapa. Aku rasa aku harus sadar dan bisa menerima kenyataan apa adanya yg mengalami dihidupku.
πππ
Kamis, 5 April 2018
Kondisi kesehatan membaik dan obat pun berkurang. Ada kabar baik dari dokter, katanya klo aku sembuh obat akan berkurang dan klo benar benar sudah sehat. Bisa lepas obat. Ya Allah sejuk nian kabar ini.....
Aku kudu semangat, biar tambah hari tambah sehat dan bisa lepas obat. Pagi satu obat siang satu obat dan malam dua obat. Kita lihat bulan depan bagaimana? Smoga membaik. Aamiin
Kondisi kesehatan membaik dan obat pun berkurang. Ada kabar baik dari dokter, katanya klo aku sembuh obat akan berkurang dan klo benar benar sudah sehat. Bisa lepas obat. Ya Allah sejuk nian kabar ini.....
Aku kudu semangat, biar tambah hari tambah sehat dan bisa lepas obat. Pagi satu obat siang satu obat dan malam dua obat. Kita lihat bulan depan bagaimana? Smoga membaik. Aamiin
Rabu, 07 Maret 2018
HAUNTED HOTEL ROOM
HAUNTED
HOTEL ROOM
Simone, her head buried under a thick pillow, slowly
opened her eyes. What was it? What had woken her from a deep slumber? Still
groggy with sleep, she heard the sound of a woman morning. Slowly pushing the
pillow off her head, she perked her ears… The sound had stopped. The room was
semi-dark.Only a patch of dark blue carpet glowed dimly from the bedside
nightlight.
Gradually she remembered where she was. She was in a hotel
room. She was seeing an important client tomorrow. They were going to finalize
a business deal… The distant sound of construction work marred the silence of
the night. What had disturbed her was probably the high pitched sound of drills
that in her sleep sounded like a woman’s wailing. Simone squinted at the alarm clock
built into the night table 12: 10 a.m.
Drawing in a deep sigh, she slapped the pillow back over
her head and began to slowly drift off to sleep. She woke with a start. There!
There it was again, the same sound of a woman pitifully crying, but sharper,
more piercing. Yanking the pillow off her head, she sat up, now wide awake. But
again, it was only the sound of distant drills.
She cursed silently; sleep was impossible now. It would
take her at least an hour to drift off to sleep again, and the night was short.
Tossing her legs over the edge of the bed, she groped with fumbling feet for
the hotel slippers. She needed to go to the bathroom.
Clicking on the overhead light, she stood before the vast,
shiny mirror positioned over a blackwash basin with glittering brass faucets
and a array of brand name toiletries. Bleary eyes stared back at her, brows
creased with the nagging thought of a botched business deal at tommorow’s
meeting. Her eyes swept over the reflection in the mirror of the bathroom’s
luxurious interior behind her. Gleaming black marble walls, two black toilet
bowls with separate function, snow whitetowels, and in the far corner a glass
walled shoer cell, all evidence of one of the perks of being a CEO: a five star
hotel.
Suddenly she gasped, staring at the tubr of special
toothpaste for sensitive gums she had brought from home. Crooked and dented
from frequent pressing, the tube had begun to slowly rock up and down. It took
a good ten seconds before it gently came to a stop again. Simone’s skin
crawled, her body rigid eith shock. Forcefully blowing out her breath, she
tried to shake off her terror. It was’nt real. She had been hallucinating. It
was because her sleep had been messed up. What was she thinking? She wasn’t a
kid anymore; she was the 35-year-old Chief Executive Officer of a huge, well
known company, for heaven’s sake. Shuffling back to bed, she tucked herself in.
pulling the bedcover over her head, after what seemed like hours, she finally
dozed off. Gently, ever so gently, a small thin hand rose from beside the bed
and tugged at her bedcover, revealing the sleeper’s fetal position. Then :
POUF! The light went off…
“What the….!” I cursed loudly. Just as the movie was
starting to get really scary, there had to be a power failure! Hoisting myself
up from the armchair across from the TV set, I stumbled my way in the dark
towards the kitchen where I groped for the oil lamp sitting on top of the
fridge. A soft crunching sound behind me caused goose bumps to sprout on my
arms and raise the hair on the back of my neck. Stifling the scream rising in
my throat, I hurriedly struck a match and lit the lamp.
A big fat mouse sat on the kitchen table clutching a
chunck of toast left on the table earlier in the evening. He stared at me with
glittering, bold bleck eyes, a bit of brunt bread stuck between his teeth.
After a few seconds he dropped the snack, leapt off the table and scurried away
to the dark corners of the kitchen. Oil lamp in my hand. I made my way back to
the sitting room. As I was sitting down to wait out the blackout, the light
popped back on. I grabbed the TV remote and stabbedyhe ON button. As the screen
glowed to life, across the middle was prominently splashed the words “THE END.”
FREEDOM
FREEDOM
At the airport.
Tears were about to spill from Mom’s eyes any second now.
Dad was also trying hard not to show his emotions but failed. He looked somber.
“You’ve got your ticket?” Mom asked. It’s the tenth time
asked since we left home this morning.
I showed her the ticket in my hand. She could see my
backpack on my back. She opened it. “you have your medicine? Jacket? Hat?
Snacks?”
“For the tenth time, yes, yes,yes and yes, Mom.” I
couldn’t help thinking that by this time tomorrow. I would be free from Mom’s
everlasting barrage of questions.
“Come on, Rosy,” Dad said to Mom, laughing. “Our son’s
going to another big city. There will be supermarkets there. He can buy his
snack or whatever he needs there.”
That broke the dam that held Mom’s tears and they came
pouring down her cheeks.
“My baby….” Mom wailed. “This is the first time my baby’s
out in the world by himself. Oh, my son!” She sobbed uncontrollably. “Why did you have to choose a university that
far away?”
“Mom, please. I’m only going to college, it’s like just a
two hour flight away. You can visit anytime. And you know, now there’s this
thing called Skype and something called the internet,” Ilaughed.
Mom
smiled. Of course she knew all that. She communicated with my older sister, who
lives in another town, all the time on Skype. Then Mom said some more things
like I shouldn’t forget to pray, to have breakfast, to eat three time a day, to
do my homework, blab la bla, I should get enough rest, not to stay up late, to
take my vitamins and some other bla bla blas. Ah, well, you know how mothers
are.
Nodding
to Mom’s chattering, I became aware of a group of girls standing close to us.
One of them was probably going away to college like me. She’s cute. I smiled at
her. And she smiled back. I hope she’s on the same flight.
Then,
to my horror, Mom said something out load actually, shouting it was more like
it. “HEY YOU DIDN’T FORGET TO BRING EXTRA UNDERWEAR, DID YOU? Just in case your
flight got delay.”
“MOM!”
I hissed. But it was too late. The cute girl heard it and the rest of her
friends. They giggled. I closed my eyes wishing that it hadn’t happened.
“Oh,
my baby. He’s all grown up now.” Mom hugged me again. And again. And again.
“OK,Mom.
I’m going to miss my flight,”I said.
“I love
you, Mom,” I whispered in Mom’s ear.
A
pang of sadness sneaked its way into my heart while I hugged my parents for the
last time before boarding. But just as the plane too off, I felt something
else. No more mom’s incessant questions, no more don’t do this and don’t do
that, I could stay up late, I could wake up late.. Wow, it’s great feeling!
FREEDOM! Yeah, that’s what it is! I”ll
be FREE! YAAAYY!
First day out in the world…
Ah, so this was what freedom felt like. I looked at the
clock. It’s eight o’clock. No Mom’s voice shouting to wake me up, to tidy up my
room, to take a bath…. Ah life’s good. Let’s just go back to sleep, shall we? I love
you, Freedom
Three hours later….
I got out of my bedroom. It’s so quiet. I felt weird. I
felt … something else.
I was hungry, no, I was STARVING.
Usually, mom always had something ready on the table for
this breakfast. Homemade chicken porridge, shicken soup. Fried rice with
sunny-side-up egg, chesse sandwich, or my all time favorite, nasi uduk.
Now I could see the other side of this state called
freedom. Freedom means going out and buying your own breakfast. I sighed.
I miss you, Mom.
Jumat, 23 Februari 2018
membangun indonesia emas
MEMBANGUN
INDONESIA EMAS
Untuk
membangun Indonesia emas diperlukan suatu usaha yang tertata dan itu tidaklah
mudah untuk dilakukan. Masalah utama saat ini yang sering jadi bahan
pembicaraan adalah tentang kesenjangan sosial. Ini sudah biasa terjadi di
Negara kita dimana orang kaya akan semakin kaya sedangkan yang miskin tetaplah
miskin. Untuk itu perlu adanya upaya untuk mengatasi masalah ini. Contoh nyata
untuk mengatasinya dengan menyemarakkan tradisi kerja keras. Dengan kerja keras
dapat meningkatkan ekonomi di dalam keluarga kita.
Tradisi
kerja keras. Tradisi ini sebagian dari etos kerja, yang sangat penting untuk
ditumbuhkan. Tidak ada cara yang lebih mulia untuk mengejar ketertinggalan,
mencapai suatu cita-cita kecuali menumbuhkan semangat kerja. Memang, kerja
keras memerlukan perubahan mindset dan energi yang luar biasa, akan tetapi
dengan tradisi keilmuan yang sudah terbangun, spirit kerja keras akan dengan
mudah dikembangkan menjadi kerja cerdas. Kombinasi kerja keras dan kerja cerdas
akan mampu menciptakan kreasi dan inovasi. Kita kejar ketertinggalan kita, kita
raih cita-cita kita dengan kerja keras dan cerdas. Ukuran yang paling mudah
kerja keras ini adalah kebiasaan memulai kerja sebelum jam kerja resmi dimulai
dan mengakhirinya setelah jam kerja resmi berakhir.
Hal
kedua yang perlu diketahui tentang membangun Indonesia emas tentang kualitas
pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan di Indonesia bisa dikatakan sangat
buruk. Biaya sekolah yang semakin mahal tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan.
Paradigma pendidikan kita lebih ditekankan pada bagaimana menghasilkan lulusan
yang memiliki kecerdasan soft skill dan hard skill yang memadai. Sehingga saat
terjun kemasyarakat bisa menjadi seorang pemimpin yang baik.
Mengamati
kondisi sosial kemasyarakatan bangsa ini sekarang, kita rasanya berada dan
terjebak dalam keironisan. Kondisi dimana adanya perbedaan antagonistik antara
kemestian sebagai suatu keniscayaan dengan fakta sebagai suatu kenyataan. Ada
beberapa indikator kenapa sampai pada kesimpulan tersebut. Pertama, dalam
kancah global, mestinya dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, peran
bangsa ini didalam percaturan ekonomi, politik, dan lainnya harus istimewa,
tapi kenyataannya masih sangat kecil, bahkan kalah dengan bangsa-bangsa lain,
yang jika diukur dari jumlah penduduk, luas wilayah atau geografis, kekayaan
sumber daya alam, dan lainnya, lebih besar kita. Kedua, keironian dimana banyak
dijumpai masyarakat yang memiliki atau berada di sekitar sumber daya alam yang
begitu besar, seperti hutan misalnya, justru mereka yang paling mengenaskan
kondisi sosial-ekonominya. Ironi ketiga, terhadap gejala politik lokal.
Mestinya yang memiliki hak lebih, mereka yang menentukan dan lebih dominan.
Keempat, mestinya dunia pendidikan di Indonesia adalah tempat bersemainya
nilai-nilai kecerdasan, intelektualitas dan kesantunan atau keadaban, tapi
masih sering dijumpai dalam faktanya, di beberapa tempat pendidikan baik dasar,
menengah maupun perguruan tinggi, adanya prilaku-prilaku yang menghambat
tumbuh-suburnya kecerdasan dan kesantunan. Ini bias dilihat ketika dibeberapa kampus
dalam skala besar maupun kecil, konflik berkembang menjadi suatu anarki yang
tidak lagi mencerminkan sebuah lembaga pendidikan.
Ironi
kelima, mestinya para agamawan dan cendekiawan biasa menjadi pencerah bagi
masyarakat agar mereka terbimbing dari perilaku-perilaku tidak terpuji, tapi
pada kenyataannya masih sering dijumpai lembaga-lembaga dimana para agamawan
dan cendekiawan berkumpul, justru meredupkan nilai-nilai pencerahan itu.
Keenam, partai-partai politik yang mestinya menyuarakan aspirasi masyarakat
seringkali terjebak di dalam adu kepentingan antar elite, pengurus dari partai
politik itu, sehingga parpol tidak sibuk mengurusi atau menjaring aspirasi
secara luas, tapi disibukkan dengan konflik-konflik internal
Membangun
Indonesia emas hal ketiga juga dapat dilakukan dengan membina insan positif.
Dari pedoman tersebut dimengerti bahwa bagi tiap insan berlaku aturan kebaikan
mendapat imbalan positif, sebaliknya kejahatan mendapat imbalan dalam bentuk
efek negatif. Sebenarnya, untuk berpikir positif bukanlah hal yang sulit
dilaksanakan sebab kita dikaruniai otak yang di dalamnya ada suatu sistem
pikiran yang bekerja otomatis. Salah satu contohnya dengan menggerakan generasi
muda untuk berhenti memakai narkoba. Karena barang satu ini termasuk barang
haram yang dapat merusak kesehatan generasi emas penerus bangsa. Selain itu ada
juga melakukan hal positif dengan tidak melakukan dan menyerukan agar tidak
melakukan sex bebas. Banyak sekali generasi penerus bangsa yang melakukan
pacaran berlebihan, perilaku tersebut dapat memicu terjadinya penyakit yang
sangat bahaya seperti AIDS dan sifilis. Selain itu dengan banyaknya video porno
yang menyebar begitu luas di zaman ini, sangat berbahaya untuk generasi emas yang
rentan adanya sex bebas. Perlu adanya binaan moral dan yang terpenting agama
agar tehindar dari pergaulan yang sangat merusak.
Hal
keempat yang perlu dibangun adalah dengan membangun dan mengelola sumber daya
alam. Sumber daya alam Indonesia sangat luas, terutama sumber daya alam hayati.
Konservasi kawasan perairan merupakan salah satu yang perlu dikelola. Pada
kedalamannya, laut Indonesia memendam hamparan terumbu karang yang ditempati
lebih dari 500 spesies dari 70 generasi terumbu karang. Taman air dangkal ini
membentuk relung-relung ekologi yang didiami ratusan ikan karang, alga,
crustacean, moluska, mamalia dan reptilian laut. Komunitas biota laut dan
terumbu karang ini berpadu membentuk surga bawah laut yang indah yang perlu
untuk kita lestarikan.
Langganan:
Postingan (Atom)
DETIK ITU
Sinar sang surya telah meninggi di atas jam 12.00 WIB, surya yang sangat terik, tak ada awan yang menghalanginya, tak ada 1 burung pun yan...





